Obstetri Ginekologi Sosial sebagai Ilmu Kedokteran Utuh — kumpulan 11 buku ajar untuk Program Pendidikan Dokter Subspesialis Obginsos, mencakup Klaster Rumah Sakit dan Klaster Masyarakat. Pilih salah satu buku di bawah untuk membaca daring atau mengunduh berkas Word aslinya.
Buku induk — dibaca pertama sebagai rujukan lintas semester.
Buku induk yang mengikat seluruh seri: sejarah dan filosofi Obginsos, paradigma biopsikososial, dasar hukum dan regulasi terkini, hingga peta kompetensi lima semester. Titik awal yang tepat sebelum membaca sepuluh buku tematik lainnya.
Kompetensi klinis di lingkungan Rumah Sakit — Semester 1–4.
Memetakan batas kewenangan mandiri (Kategori A) Subspesialis Obginsos di rumah sakit: dari algoritma klinis 9 langkah, kegawatdaruratan obstetri berat, kontrasepsi darurat dan terminasi kehamilan, hingga dokumentasi klinis dan rekam medis terstandar.
Menjelaskan siklus audit rumah sakit secara utuh: identifikasi kasus near-miss maternal, surveilans dan skrining, investigasi akar masalah (RCA), pelaporan berjenjang ke Komite Mutu dan Dinas Kesehatan, hingga membangun budaya belajar dari kegagalan.
Membahas kolaborasi horizontal (Kategori B) dan tim multidisiplin (Kategori C): prinsip primary responsibility, manajemen konflik kewenangan antar-subspesialis, kolaborasi dengan Psikiatri, hingga akomodasi klinis bagi penyandang disabilitas.
Menelaah kode etik dan disiplin profesi, informed consent nondirektif, kerahasiaan medis di bawah UU PDP, dokumentasi forensik dasar pada kasus kekerasan, persetujuan tindakan pada pasien di bawah umur, hingga tanggung jawab hukum rumah sakit.
Panduan tata kelola kredensial rumah sakit: proses kredensial dan Matriks RKK, re-kredensial berkala, sistem rujukan internal-eksternal, peran Komite Medik, hingga kepemimpinan klinis dan manajemen mutu unit pelayanan Obginsos.
Kompetensi kesehatan reproduksi berbasis komunitas — Semester 3–5.
Mengupas determinan sosial kesehatan reproduksi di masyarakat: kemiskinan, pendidikan dan akses layanan, budaya dan norma sosial, pemetaan kebutuhan berbasis komunitas, peran Posyandu/Puskesmas, gizi maternal, hingga kesehatan reproduksi pekerja migran.
Membahas spektrum kekerasan berbasis gender (KDRT, kekerasan seksual, eksploitasi), skrining dini, pendekatan trauma-informed dalam anamnesis, kerja sama dengan Unit PPA dan aparat penegak hukum, visum et repertum, hingga pendampingan jangka panjang penyintas.
Mengenali depresi, ansietas, dan psikosis perinatal di tingkat komunitas; skrining risiko bunuh diri, dukungan duka kehilangan perinatal, konseling nondirektif di luar rumah sakit, membangun jejaring rujukan kesehatan jiwa, hingga pemberdayaan kelompok sebaya.
Menjabarkan sinkronisasi data dan pelaporan dengan Dinas Kesehatan, peran Dinas Sosial dan perlindungan perempuan-anak, kolaborasi dengan BKKBN, kemitraan organisasi masyarakat sipil, hingga studi kasus kolaborasi multipihak yang berhasil maupun gagal.
Mengulas karakteristik dan kerentanan kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan pendampingan kehamilan remaja, edukasi berbasis sekolah dan komunitas, akses layanan di wilayah 3T, perancangan materi kampanye, hingga peran Obginsos sebagai penggerak kebijakan.